SIAPA sih yang tidak butuh tidur? Semua orang pasti membutuhkannya. Tidur merupakan aktivitas penting bagi tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit yang diakibatkan dari kurang tidur. Namun, bukan hanya kurang tidur saja yang dapat berisiko terkena penyakit seperti jantung atau diabetes.
Kurang tidur atau berlebihan tidur sama bahayanya bagi kesehatan. Penelitian baru-baru ini sebagaimana dilansir Judi Poker dari Readersdigest, Selasa (20/11/2018), tidur yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Bristol, Inggris.
Ternyata bukan hanya gaya hidup tak sehat dan stress yang dapat memicu penyakit berbahaya, tetapi juga tidur berlebihan. Para peneliti di Universitas Inggris melakukan perbandingan kecenderungan tidur berlebih dengan kasus kanker payudara pada lebih dari 400.000 wanita.
Hasil data yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Bristol Ingrris mengungkapkan bahwa wanita yang sering bangun siang lebih berisiko terkena kanker payudara. Penelitian ini juga mengungkapkan wanita yang tidur lebih dari delapan jam yang sesuai saran dokter lebih berisiko sekiranya 20 persen terhadap kanker payudara.
Kurang tidur atau berlebihan tidur sama bahayanya bagi kesehatan. Penelitian baru-baru ini sebagaimana dilansir Judi Poker dari Readersdigest, Selasa (20/11/2018), tidur yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Bristol, Inggris.
Ternyata bukan hanya gaya hidup tak sehat dan stress yang dapat memicu penyakit berbahaya, tetapi juga tidur berlebihan. Para peneliti di Universitas Inggris melakukan perbandingan kecenderungan tidur berlebih dengan kasus kanker payudara pada lebih dari 400.000 wanita.
Hasil data yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Bristol Ingrris mengungkapkan bahwa wanita yang sering bangun siang lebih berisiko terkena kanker payudara. Penelitian ini juga mengungkapkan wanita yang tidur lebih dari delapan jam yang sesuai saran dokter lebih berisiko sekiranya 20 persen terhadap kanker payudara.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Hasil tersebut mengartikan bahwa kanker payudara lebih berisiko tinggi bagi wanita yang terbiasa bangun lebih siang dibandingkan wanita yang bangun lebih awal. Risiko kanker yang terkait dengan pola tidur telah banyak dilakukan oleh penelitian sebelumnya.
Para peneliti dari Universitas Bristol Inggris kemudian mempeluas temuan tersebut dengan melakukan penelitian ini. Setiap orang pasti mempunyai jam tidur yang berbeda sesuai dengan padatnya aktivitas yang dilakukan.
Pola tidur dapat memengaruhi suasana hati seseorang bahkan mungkin dapat rentan terkena penyakit tertentu. Orang yang bangun lebih awal cenderung cepat lelah di awal malam hari, sehingga bisa bangun lebih pagi. Sementara orang yang bangun lebih siang cenderung lebih produktif di malam hari. Sebab itu alih-alih bangun lebih pagi, mereka lebih memilih untuk tidur karena rasa kantuk yang lebih.
"Temuan ini memiliki implikasi terhadap kebijakan yang memengaruhi kebiasaan tidur masyarakat umum dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan serta mengurangi risiko kanker payudara di kalangan wanita," kata dr. Rebecca Richmond seorang peneliti Cancer Research UK Integrative Cancer Epidemiology Program di Universitas Bristol.
Pola tidur dapat memengaruhi suasana hati seseorang bahkan mungkin dapat rentan terkena penyakit tertentu. Orang yang bangun lebih awal cenderung cepat lelah di awal malam hari, sehingga bisa bangun lebih pagi. Sementara orang yang bangun lebih siang cenderung lebih produktif di malam hari. Sebab itu alih-alih bangun lebih pagi, mereka lebih memilih untuk tidur karena rasa kantuk yang lebih.
"Temuan ini memiliki implikasi terhadap kebijakan yang memengaruhi kebiasaan tidur masyarakat umum dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan serta mengurangi risiko kanker payudara di kalangan wanita," kata dr. Rebecca Richmond seorang peneliti Cancer Research UK Integrative Cancer Epidemiology Program di Universitas Bristol.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar