Agen Judi Poker - DATA WHO 2018 mencatat kanker sebagai penyebab kematian terbesar kedua secara global, dan bertanggung jawab atas sekitar 9,6 juta kematian sepanjang tahun 2018 (1 dari 6 kematian disebabkan oleh kanker).
Tiga jenis kanker dengan kasus terbanyak adalah kanker paru-paru, payudara, dan kolorektal. Sedangkan kanker yang menyebabkan kematian paling tinggi adalah kanker paru sejumlah 1,8 juta kematian, diikuti dengan kanker kolorektal sebanyak 881 ribu kasus kematian, dan 783 ribu kematian yang disebabkan oleh kanker perut.
Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang terdapat di bagian usus besar (kolon) dan atau di bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum).
Tiga jenis kanker dengan kasus terbanyak adalah kanker paru-paru, payudara, dan kolorektal. Sedangkan kanker yang menyebabkan kematian paling tinggi adalah kanker paru sejumlah 1,8 juta kematian, diikuti dengan kanker kolorektal sebanyak 881 ribu kasus kematian, dan 783 ribu kematian yang disebabkan oleh kanker perut.
Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang terdapat di bagian usus besar (kolon) dan atau di bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum).
Pada umumnya, kanker kolorektal masih dianggap erat kaitannya dengan
penyakit keturunan dan juga hanya dapat terjadi pada lanjut usia.
Padahal, kanker yang tumbuh pada usus besar atau rektum ini juga sangat
dipengaruhi oleh gaya hidup, dilansir Agen Judi Poker.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Faktanya, 30% dari penderita kanker kolorektal adalah pasien di
usia produktif, yaitu di usia 40 tahun atau bahkan lebih muda lagi.
Kanker kolorektal yang ditemukan di Indonesia juga sebagian besar
bersifat sporadis dan hanya sebagian kecil bersifat herediter/genetik.
Kanker jenis ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang saat ini termasuk di antara tiga kasus kanker tertinggi.
Kurangnya skrining kolonoskopi, dan perubahan gaya hidup, berkontribusi pada jumlah kasus kanker kolorektal.
“Harapan kami sebagai pasien, seiring dengan berkembangnya pengobatan kanker, pasien dapat memperoleh hak atas akses pe - ngo batan yang tepat, ber mutu, aman dan terjangkau seba gai ma - na amanat Undang-Undang Ke - sehatan,” kata Aryanthi Baramuli Putri, dalam sambutannya selaku Ketua Umum CISC (Cancer Information and Support Center (CISC).
“Harapan kami sebagai pasien, seiring dengan berkembangnya pengobatan kanker, pasien dapat memperoleh hak atas akses pe - ngo batan yang tepat, ber mutu, aman dan terjangkau seba gai ma - na amanat Undang-Undang Ke - sehatan,” kata Aryanthi Baramuli Putri, dalam sambutannya selaku Ketua Umum CISC (Cancer Information and Support Center (CISC).




Situs Judi Online
BalasHapus