Agen Judi Poker - Di zaman sekarang, teknologi telah memudahkan orangtua untuk mengabadikan momen si kecil. Tak jarang orangtua yang suka memotret anak-anak mereka di saat besar maupun kecil. Selain untuk dikenang, para orangtua juga tak ingin ketinggalan mengabadikan proses tumbuh kembang anak.
Tingkah dan ekspresi si kecil yang menggemaskan memang membuat para orangtua selalu ingin mengabadikannya.
Tingkah dan ekspresi si kecil yang menggemaskan memang membuat para orangtua selalu ingin mengabadikannya.
Tetapi, ketika Anda memotret si kecil, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan yaitu mata si kecil. Jika mata anak Anda memiliki cahaya putih, itu bisa menjadi tanda kanker mata yang langka lho!
Meskipun ada beberapa penyebab potensial lainnya untuk "mata putih"
ini, yang parah adalah retinoblastoma, yaitu suatu bentuk kanker mata
yang jarang terjadi yang menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia enam
tahun.
Menurut Howard R. Krauss, MD, ahli bedah saraf dan profesor
klinis oftalmologi dan bedah saraf di John Wayne Cancer Institute di
Providence Saint John's Health Center di Santa Monica, California, tanda
pertama kanker ini adalah berupa leukokoria, yaitu adanya warna putih
pada pupil mata saat disinari cahaya, dilansir Agen Judi Poker.
Sedangkan kondisi mata normal
biasanya memiliki "refleks merah," atau mata merah. Selain itu, menurut
Childhood Eye Cancer Trust, mata putih mungkin juga terlihat ketika anak
Anda berada di ruangan gelap atau terang benderang.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Retinoblastoma menyumbang sekitar 2 persen dari semua kanker pada
anak. "Dalam kebanyakan kasus, refleks asimetris ini merupakan tanda
dari beberapa jenis masalah lain yang membutuhkan perhatian, daripada
kanker," kata Dr. Krauss.
Sedangkan untuk penyebab mata putih serius
lainnya namun non-kanker adalah penyakit coats, katarak, vitreous primer
hiperplastik persisten (PHPV), dan toksokariasis.
Namun, di sisi lain mata putih juga bukan satu-satunya gejala
atau tanda retinoblastoma. Anak-anak juga mungkin mengalami kehilangan
penglihatan di satu mata, mengalami kemerahan, iritasi atau rasa sakit
di satu mata, salah posisi mata, atau keterlambatan pertumbuhan atau
perkembangan mata.
Lantas jika Anda berpikir anak Anda memiliki mata putih atau
mengalami gejala mata yang menyakitkan, sebaiknya bawa ke dokter anak
yang seharusnya sudah memeriksanya secara rutin untuk masalah mata.
Masalah mata anak yang diabaikan mungkin menjadi tidak dapat diperbaiki
jika tidak terdeteksi dan tidak diobati.
Faktanya, deteksi dini adalah kunci untuk anak-anak terkena
retinoblastoma, jadi ada baiknya mengawasi anak-anak Anda. Jangan lupa
juga untuk menjadwalkan kunjungan dokter rutin atau profesional medis
yang dapat memeriksa mata si kecil. Sebagaimana dilansir Reader's
Digest, Sabtu (16/2/2019).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar