Agen Judi Poker - MENDENGARKAN musik adalah kegiatan favorit banyak orang. Entah itu untuk menghilangkan kebosanan, melepas penat, maupun sekadar mendengar lagu kesukaan.
Terkadang musik juga disetel untuk lebih fokus terhadap sesuatu yang dikerjakan seperti di kantor atau berolahraga.
Saat mendengarkan musik banyak orang yang memilih menggunakan aksesori tambahan seperti headset, headphone, earphone, dan sebagainya.
Saat mendengarkan musik banyak orang yang memilih menggunakan aksesori tambahan seperti headset, headphone, earphone, dan sebagainya.
Tujuannya agar suara musik lebih terdengar. Akan tetapi, kebiasaan ini sebenarnya bisa membahayakan fungsi telinga.
Dijelaskah oleh dokter spesialis THT, bedah kepala, dan leher, dr Hably Warganegara, Sp.THT-KL, penggunaan alat bantu mendengarkan audio dapat membuat seseorang terkena gangguan pendengaran akibat bising (GPAB).
Gangguan tersebut menyebabkan seseorang mengalami penurunan pendengaran karena mendengar suara bising di atas rata-rata dalam jangka waktu lama.
"Gangguan saraf pendengaran berkaitan dengan dua hal. Pertama ,volume
dan kedua durasi. Mendengarkan audio pakai headset, earphone, dan
sebagainya dalam waktu lama dapat berbahaya. Apalagi kalau sudah dengar
itu orang maunya terus menambah volume sehingga makin bahaya," ungkap dr
Hably saat ditemui Okezone dalam sebuah acara belum lama ini, dilansir Agen Judi Poker.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Meskipun jenis alat dengar audio bermacam-macam, belum dapat
dipastikan mana yang paling baik untuk digunakan.
Dokter yang berpraktek
di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya itu menerangkan hingga saat ini belum
ada penelitian yang membuktikan jenis mana yang lebih baik.
"Sampai saat ini masih sama saja. Penggunaan alat bantu dengar
audio itu dapat mengganggu fungsi pendengaran.
Selain itu, yang jenisnya
lebih kedap suara harus diwaspadai karena volume yang didengar telinga
jadi jauh lebih kencang lantaran mengarah langsung, itu memengaruhi
pendengaran," tambah dr Hably.
Oleh karenanya, dia menghimbau agar masyarakat menuruti saran WHO dalam
hal penggunaan alat bantu dengar audio.
"Kalau dari WHO menyarankan
penggunaan headset, headphone, dan semacamnya 60:60, artinya 60% volume
hanya boleh didengarkan selama satu jam.
Kalau sekarang banyak tuh
handphone canggih yang memberikan peringatan jika volumenya terlalu
keras berbahaya. Maksimalnya hanya satu jam per hari," pungkas dr Hably.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar