Judi Poker Live - Sailendra Restaurant di JW Marriot Hotel Jakarta pun berkolaborasi dengan sebuah restoran Padang ternama, Pagi Sore, untuk menawarkan paket berbuka puasa spesial.
Sesuai dengan konsep yang diusung, sebagian besar menunya merupakan hidangan favorit khas Padang dan tentunya sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia.
Beberapa waktu lalu, Okezone berkesempatan mencicipi langsung sejumlah hidangan lezat yang nantinya dapat dinikmati para pengunjung. Mulai dari rendang daging, paru goreng, ayam gulai, ayam pop, dendeng batokok, gulai kikil, gulai otak, bubur kampiun, dan masih banyak lagi.
Beberapa waktu lalu, Okezone berkesempatan mencicipi langsung sejumlah hidangan lezat yang nantinya dapat dinikmati para pengunjung. Mulai dari rendang daging, paru goreng, ayam gulai, ayam pop, dendeng batokok, gulai kikil, gulai otak, bubur kampiun, dan masih banyak lagi.
Di rumah sakit juga sudah ada pelayanan fetomaternal, hiperbarik, dan
layanan kanker terpadu. “Untuk memadukan semua layanan kesehatan ini
memang kami sedang buat perda, misalnya spa, mereka tersebar dan tidak
terintegrasi, tetapi sudah ada izin usaha,” kata dr Gede dalam rangkaian
acara kunjungan lapangan tematik Kementerian Kesehatan di Denpasar,
Bali.
Dia menuturkan, penyusunan regulasi penting dilakukan untuk
membuat satu jejaring yang kuat terkait layanan kesehatan pariwisata.
Dengan begitu, berbagai layanan kesehatan yang berhubungan dengan
kepariwisataan harus dipastikan dasar hukumnya.
“Sedang disusun
regulasinya tahun ini. Nantinya mereka akan menjadi satu sistem layanan
yang baik, termasuk layanan informasi dan marketting,” ujar dr Gede.
Upaya lain untuk memaksimalkan penyelenggaraan health tourism
adalah dengan memaksimalkan fungsi rumah sakit.
RSUD Bali Mandara yang
sedang menargetkan akreditasi internasional itu konsen juga pada health
tourism.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya
mengatakan, pelayanan kesehatan tradisional di Bali, seperti spa, adalah
layanan spa terbaik di Asia.
Pihaknya tengah mempersiapkan pula layanan dasar di puskesmas di
wilayah wisata. “Ini semua memerlukan waktu, kami harapkan masyarakat
juga berperan dalam pelaksanaan regulasi ini,” ucap dr Ketut.
Menanggapi
beberapa program dan pengembangan kesehatan di Provinsi Bali, Menteri
Kesehatan RI Prof Nila F Moeloek mengapresiasi langkah yang telah
dibuat, terutama angka stunting yang sudah semakin baik, walau harus
terus mendapat perhatian dan perbaikan.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
“Terutama beberapa penyakit yang masih bertahan di tengah
masyarakat Bali, seperti rabies. Ternyata masyarakat Bali tetap
mencintai anjing, tapi lebih mencintai manusia sehingga berusaha
menyehatkan manusia bebas dari rabies.
Selamat untuk Bali,” ujar Prof
Nila. Menurutnya, jika kita sehat, pandai, dan sejahtera, masyarakat
akan produktif, dilansir dari Judi Poker Live.
Sebaliknya kalau masyarakat sakit, akan menjadi lemah
dan tidak berdaya. Prof Nila juga mengajak semua pihak bersinergi
membangun kesehatan yang berorientasi kepada masyarakat.
Sementara itu, dalam kunjungannya ke Bali, Menteri Kesehatan RI
Nila F Moeloek juga mengunjungi fasilitas produksi alat diagnostik Rapid
Test PT Kimia Farma.
Pada kunjungan tersebut, Menkes memberikan
dukungan penuh pada produksi alat kesehatan dalam negeri.
“Produksi alat
kesehatan dalam negeri merupakan kemajuan yang kita inginkan. Kita
tidak perlu lagi impor untuk alat kesehatan.
Dengan adanya rapid test
ini, berbagai penyakit dapat diketahui dengan cepat,” papar Prof Nila.
PT Kimia Farma baru memproduksi lima jenis alat rapid test , yakni tes
kehamilan (hCG test), tes hepatitis (HBsAg test), tes sifilis, tes
malaria, dan tes dengue (IgG/IgM test).
“Ini karya anak kita sendiri. Masalah nyamuk (DBD) sulit, tapi kalau
diagnosis dengan cepat, kita obatinya cepat.
Kementerian Kesehatan terus
mendukung produsen alat kesehatan dalam negeri. Saat ini produksi lokal
alat kesehatan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit sudah lebih dari
50%.
Diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi produk alat kesehatan
dalam negeri buatan anak bangsa,” paparnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar