
PERUBAHAN suasana hati atau lebih dikenal dengan istilah mood swing bisa dirasakan oleh siapa saja. Pada wanita, kondisi ini biasa terjadi saat sedang PMS atau hamil.
Mood swing juga dapat terjadi pada orang yang sedang mengalami stres. Perubahan suasana hati dari yang ceria menjadi murung dan ingin marah-marah tentu membuat orang terdekat akan menghindar atau tidak mau berurusan dengan Anda untuk sementara.
Namun selain saat PMS, hamil, dan stres, mood swing bisa disebabkan oleh hal sepele, yakni kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.
Menurut dr Haekal Anshari, M.Biomed, dehidrasi dapat menyebabkan masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Yang paling gampang adalah kita enggak fokus, lemot, dan bisa
mengalami gangguan mood. Mood tiba-tiba berubah, mood swing, nah ini
adalah tanda-tanda awal kita kehilangan cairan," jelas dr Haekal saat
ditemui di Jakarta belum lama ini.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Selain itu, dehidrasi juga bisa membuat orang kehilangan
konsentrasi, merasakan sakit kepala, badan lemah, tubuh sakit, hingga
otot kram.
"Tapi yang pertama kita enggak konsentrasi karena 70 persen otak kita adalah cairan," lanjut dr Haekal.
Studi tentang hubungan dehidrasi dan mood swing juga telah dilakukan
pada 2012 lalu oleh para peneliti dari Laboratorium Kinerja Manusia
Universitas Connecticut, Amerika Serikat.
Dalam penelitian tersebut,
ditemukan bahwa dehidrasi ringan dapat memengaruhi suasana hati, tingkat
energi, dan fungsi mental seseorang.
Dilansir dari Bandar Ceme, dehidrasi ringan pada seseorang terjadi
ketika tubuh kehilangan 1,5 persen dari volume air normal di dalam
tubuh.
Efek ini pun bisa terjadi pada siapa saja yang kehilangan cairan,
baik orang yang baru saja berolahraga atau orang yang hanya duduk
santai.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar