Agen Judi Poker - Karl Lagerfeld, salah satu perancang busana paling terkenal dari abad 20 hingga 21, dan seorang pria yang karirnya membentuk prototipe industri fashion modern, meninggal dunia pada Selasa, 19 Februari 2019. Almarhum dikabarkan tutup usia pada usia ke-85.
Semasa hidupnya, selain dikenal sebagai seorang perancang busana, pria asal Jerman ini juga pernah menulis beberapa buku. Salah satu bukunya yang cukup fenomenal yaitu buku berjudul “Diet” yang dirilis pada tahun 2004.
Semasa hidupnya, selain dikenal sebagai seorang perancang busana, pria asal Jerman ini juga pernah menulis beberapa buku. Salah satu bukunya yang cukup fenomenal yaitu buku berjudul “Diet” yang dirilis pada tahun 2004.
Lagerfeld menulis buku ini ketika ia mengalami tantangan dengan berat
badannya. Kemudian, ia meminta saran dari Dr. Jean Claude Houdret,
seorang dokter yang berspesialisasi dalam bidang nutrisi untuk
membantunya membuat serangkaian cara diet yang mampu membantu dirinya
menurunkan berat badan hingga 92 pon (atau sekitar 41 kg), hanya dalam
kurun waktu satu tahun.

Buku ini dimulai dengan menguraikan berbagai penyebab psikologis dan
perilaku obesitas. Kemudian dilanjut dengan memberikan saran tentang
bagaimana mempersiapkan mental untuk diet dan mengembangkan kekuatan
untuk melakukannya.
Penasaran bagaimana caranya? Inilah cara diet
menurut buku “Diet” karya Karl Lagerfeld seperti yang dilansir dari Agen Judi Poker.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Dasar-Dasar Diet Karl Lagerfeld (Spoonlight)
Prinsip dasar dari diet Karl Lagerfeld melibatkan tiga hal, yaitu:
- Membatasi asupan kalori dan lemak.
- Menghindari makanan olahan dan goreng.
- Meningkatkan asupan protein dan sayuran tanpa lemak.
Protein termasuk dalam setiap makanan untuk mengurangi risiko
hilangnya massa otot yang tidak sehat, yang biasa terjadi saat diet.
Lemak dibatasi sebanyak mungkin, dan karbohidrat diperoleh dari
sayuran-sayuran yang dikonsumsi terutama pada fase awal diet.
Di dalam buku ini juga tertulis, “The Karl Lagerfeld Spoonlight
Diet” yang melibatkan tiga fase utama yang menjadi cara diet Karl
Lagerfeld, yaitu:
Fase Pertama: VLCD (Very Low Calorie Diet)
Fase satu melibatkan konsumsi hanya 800-900 kalori per hari dan
fase ini disarankan untuk dilakukan hanya selama dua minggu.
Diet
diperbolehkan tiga kali sehari yang terdiri dari suplemen makanan
protein dan sayuran. Tapi jangan buru-buru mencobanya, karena fase ini
seharusnya hanya digunakan saat di bawah pengawasan medis.
Fase Kedua: Rendah Kalori
Pada fase dua, melibatkan konsumsi hanya 1.000-1200 kalori per
hari, dan memungkinkan penggantian suplemen protein malam dengan pilihan
protein tanpa lemak seperti dada ayam, ikan atau daging. Satu porsi
yogurt atau keju rendah lemak juga diperbolehkan di akhir makan.
Fase Tiga: Kurangi Sifat Membatasi
Pada fase tiga, kalori yang diperbolehkan meningkat hingga
1.200-1.600 per hari, dan kalian diizinkan untuk menambahkan roti gandum
untuk sarapan serta buah setelah makan malam.
Selain tiga fase tersebut, di dalam buku ini juga dituliskan
beberapa makanan yang direkomendasikan untuk diet.
Diet menurut buku ini
mencakup mengganti makanan dengan suplemen protein yang dirancang oleh
Dr. Houdret, untuk setidaknya dikonsumsi satu kali setiap hari.
Protein
tanpa lemak, produk susu rendah lemak, dan sayuran yang membentuk dasar
diet selain suplemen protein juga direkomendasikan. Buah dan roti gandum
pula diizinkan dalam jumlah terbatas pada tahap akhir saat diet.
Meskipun buku ini sangat populer apalagi untuk orang-orang yang
memang mengalami masalah terkait berat badan mereka, seperti kebanyakan
buku lainnya, ternyata buku ini juga menuai pro dan kontra.
Ada yang pro
dan beranggapan bahwa fase awal diet cenderung memberikan penurunan
berat badan yang cepat, yang akan meningkatkan motivasi untuk tetap
mengikuti program ini.
Namun, adapula yang kontra dan beranggapan bahwa fase awal dari
diet ini yaitu mengkonsumsi kalori yang sangat rendah, akan membuat
pelaku diet kemungkinan mengalami kelaparan dan perasaan lelah yang luar
biasa.
Jadi, sebaiknya ikutilah cara-cara diet yang sesuai dengan
kemampuan serta kebutuhan agar tidak menimbulkan efek yang merugikan
nantinya!




Tidak ada komentar:
Posting Komentar