Tren menyanyikan lagu berjudul ‘Makan daging anjing dengan sayur kol’ memang sedang viral saat ini.
Sejumlah orang berusaha membawakan lagu tersebut dengan gayanya masing-masing. Mulai dari bernyanyi sambil memarahi anjing dan bernyanyi dengan lantang di muka umum.
Selintas lagu ini mengisahkan tentang segelintir orang yang kerap mengonsumsi daging anjing. Ya, beberapa orang memang suka menjadikan hewan berkaki empat ini sebagai santapan yang lezat sebagai lauk pendamping nasi.
Selintas lagu ini mengisahkan tentang segelintir orang yang kerap mengonsumsi daging anjing. Ya, beberapa orang memang suka menjadikan hewan berkaki empat ini sebagai santapan yang lezat sebagai lauk pendamping nasi.
Tentunya hal ini dinilai sangat tidak wajar bagi beberapa orang.
Pasalnya, anjing merupakan hewan yang paling dekat dengan manusia dan
tidak layak untuk dimakan.
Tentunya mengonsumsi daging hewan yang
sepatutnya tidak dikonsumsi bisa memiliki dampak tersendiri bagi tubuh.
Melansir dari Judi Poker, Tiga bahaya yang bisa dialami tubuh manusia apabila gemar mengonsumsi daging anjing. Yuk disimak!
1. Rabies
Salah satu yang terbesar adalah penyebaran rabies dari hewan ke
manusia. Di Filipina, sekira 10.000 anjing dan 300 orang terbunuh oleh
rabies setiap tahunnya.
Meskipun ada upaya oleh World Health
Organization (WHO) untuk mencegahnya dengan vaksin, namun penyebaran
rabies tetap signifikan pembantaian, dan penjualan anjing.
Perdagangan daging anjing secara internasional membuat pencegahan
rabies sangat sulit. Para pekerja dapat dengan mudah terinfeksi rabies
selama pembantaian dan menyebarkan penyakit untuk anjing dan manusia
lainnya.
Pada 2008, 20 persen anjing di rumah pemotongan hewan di Hoai
Duc, Vietnam ditemukan terinfeksi rabies.
Tahun sebelumnya, Vietnam menderita wabah rabies dengan sekira 30
persen dari kematiannya disebabkan oleh pembantaian anjing untuk
diambil dagingnya.
Menurut catatan Center for Disease Control, hanya 10
orang yang pernah selamat dari penyakit mengerikan ini. Ini tentunya
bisa menjadi pengingat bahwa penyakit berbahaya ini dapat dengan mudah
menyebar.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
2. Berbagai penyakit lainnya
Ada banyak penyakit dan infeksi lain yang terkait dengan daging
anjing. Tentunya penyakit-penyakit ini dapat membahayakan kesehatan
manusia.
Infeksi yang memungkinkan menyerang manusia adalah parasit
seperti E. Coli 107 dan salmonella. Ada juga bahaya bahwa infeksi
bakteri seperti anthrax, brucellosis, hepatitis, dan leptospirosis dapat
menyebar melalui daging anjing ke manusia.
Bakteri yang terkait dengan Kolera juga mudah menyebar dan
disebarkan melalui proses transportasi massal dan pemotongan anjing
untuk dikonsumsi.
Setelah wabah besar-besaran Kolera di Vietnam,
perwakilan WHO Jean-Marc Olive, memperingatkan bahwa makan daging anjing
terkait dengan peningkatan 20 kali lipat dalam risiko terinfeksi
bakteri.
Trichinellosis adalah parasit zoonotik yang dapat dengan mudah
ditularkan dari anjing ke manusia melalui konsumsi daging yang
terinfeksi.
Setelah parasit ini berada di tubuh manusia, mereka dapat
menyebabkan peradangan di pembuluh darah yang menyebabkan pendarahan di
dasar kuku dan mata, selain kelemahan otot yang parah. Jika dibiarkan
dan tidak diobati, trichinellosis bisa berakibat fatal.
3. Resistensi Antibiotik
Menurut Change for Animals Foundation, dalam peternakan anjing,
sejumlah besar anjing hidup dalam kurungan yang dekat, dengan kondisi
yang penuh tekanan.
Mereka biasanya diberi makanan yang tidak cukup dan
berkualitas buruk. Faktor-faktor ini tentunya menghasilkan peningkatan
penyakit infeksi dan tingkat kematian yang tinggi.
Dalam upaya untuk mencoba mengendalikan penyebaran penyakit dan
memaksimalkan produktivitas, ada bukti bahwa para petani beralih ke
penggunaan antibiotik dan vaksin secara sembarangan.
Anjing di peternakan kotor ini diberi antibiotik dan vaksin dalam
jumlah besar untuk melawan penyakit yang ada di peternakan.
Masuknya
antibiotik ini menyebabkan peningkatan superbug. Superbugs menghadirkan
ancaman besar terhadap kesehatan manusia secara global.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Peninjauan Perlawanan
Antimikroba menemukan bahwa infeksi yang resistan terhadap obat dapat
membunuh 10 juta orang per tahun pada tahun 2050.
Hal ini akan terjadi
jika langkah-langkah tidak diambil untuk mengurangi penggunaan
antibiotik secara berlebihan.
Meskipun industri daging anjing bukan satu-satunya yang
berkontribusi terhadap peningkatan bakteri resisten antibiotik ini,
namun kontribusinya tidak boleh diabaikan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar